Simak 4 Tips Memilih Pompa Asi Terbaik dan Sesuai Kebutuhan

Simak 4 Tips Memilih Pompa Asi Terbaik dan Sesuai Kebutuhan

Sebagian dari ibu tidak memiliki banyak waktu untuk langsung menyusui bayi dengan ASI nya. Di lain sisi juga bisa jadi ASI terus keluar meskipun bayi tidak sedang menyusui. Maka penggunaan pompa asi dapat menjadi solusi yang tepat. Terdapat berbagai jenis model pompa yang bisa digunakan untuk ibu yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Simak berikut ini.

Tips Bagi Ibu Memilih Pompa Untuk ASI
1. Pompa Manual
Jenis pompa yang pertama adalah pompa manual. Dimana pompa ini difungsikan untuk ibu yang memiliki ASI tidak terlalu banyak dan memiliki intensitas memerah hanya sekali. Cara penggunaan tipe pompa jenis ini adalah dengan menekan tuas. Tekanan dapat disesuaikan dan bisa mengontrol kekuatan daya isap ASI. Sehingga dalam menggunakan pompa jenis ini tetap nyaman.


Meskipun manual, pompa manual ini tidak mengeluarkan suara yang mengganggu seperti pada jenis elektrik. Sehingga anda bisa menggunakannya dimanapun, sekalipun di sekitar bayi. Pompa ini juga memiliki berat yang lebih ringan, apabila anda menggunakannya tidak akan terlalu berat untuk menopangnya karena bahannya yang ringan dan mudah dibawa kemana mana.


Namun dengan konsep yang menggunakan tuas untuk memompanya manual, mungkin akan membuat sebagian dari ibu merasa lelah. Ada jenis pompa ASI manual dengan tipe piston dimana bentuknya mirip dengan suntik. Tipe ini banyak digemari oleh ibu karena kemudahannya dalam membersihkan dan tidak memiliki banyak spare part yang digunakan.


2. Pompa Elektrik
Pompa yang kedua adalah jenis elektrik. Dimana kelebihan dari jenis pompa ini dibanding manual adalah mudah digunakan dan tidak melelahkan. Karena tipe ini pengoperasiannya bisa langsung digunakan dan dibiarkan alatnya bekerja untuk memerah ASI sendiri. Bahkan untuk jenis ini bisa menggunakan di kedua payudara karena memiliki 2 corong langsung.


Kelebihan tersebut bisa menghemat waktu lebih banyak. Karena dalam satu kali memompa bisa mendapatkan ASI yang cukup banyak. Apabila anda tipe ibu yang sering sekali melakukan pompa untuk mendapatkan ASI maka pilihan jenis ini merupakan pilihan yang sangat tepat. Karena jenis pompa ini memang difungsikan yang memiliki frekuensi pumping lebih sering.


Namun kelebihan tersebut bisa anda dapatkan dengan harga yang lebih mahal dibandingkan pompa yang manual. Apabila anda memiliki budget yang lebih dan memang menyesuaikan kebutuhan dimana sering melakukan pumping maka bisa langsung membelinya. Tapi apabila tidak memiliki budget lebih anda bisa menggunakan jasa persewaan pompa ASI yang tersedia.


3. Corong Lembut
Salah satu faktor penting yang dijadikan ibu untuk membeli pompa adalah corongnya. Bahan corong yang lembut akan membuat proses memompa menjadi lebih nyaman dan tidak sakit. Sehingga pemilihan bahan corong perlu diperhatikan dan dapat dipastikan apabila menyentuh kulit tidak membuat sakit. Contoh bahan corong yang lembut terbuat dari silicon.


4. Ukuran Botol Penampung
Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah ukuran dari botol penampungnya. Ada berbagai jenis ukuran botol penampung ASI yang disediakan di pasaran. Anda bisa memilihnya dengan menyesuaikan kebutuhan dan juga frekuensi memompa anda sering atau tidak. Karena botol penampung ini akan menampung semua ASI yang anda pompa.


Apabila anda memang memiliki frekuensi pumping yang sering maka bisa memilih botol penampung yang lebih banyak. Apabila anda tidak sering menggunakan pompa ASI maka bisa menggunakan botol yang kecil atau sedang. Botol penampung ini juga dipengaruhi oleh kapasitas ASI ibu yang keluar. Sebagian ibu memiliki ASI yang melimpah hanya dengan sekali memompa.


Itulah beberapa tips bagi anda yang ingin membeli pompa untuk ASI. Sehingga apabila anda ingin membelinya bisa menerapkan tips seperti diatas. Hal yang perlu diingat adalah menyesuaikan jenis pompa dengan kebutuhan ibu. Kenyamanan dari ibu selama memompa ASI juga penting, sehingga ASI yang dikeluarkan banyak ibu pun tetap merasa nyaman.

Share:

Posting Lainnya:

Disqus Comments